DETAIL KEGIATAN

Mereka yang Berhasil Sembuh dari Corona

17 Mar, 2020

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan dan mendampingi tiga pasien positif virus corona yang telah dinyatakan sembuh. Tiga pasien itu dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Mereka adalah pasien virus corona kasus 01, 02, dan 03 asal Depok, Jawa Barat. Pasien Kasus 01 dan 02 adalah seorang perempuan (31) dan ibunya (64) yang pertama kali diumumkan Presiden Jokowi pada awal Maret lalu. Sementara pasien kasus 03 adalah kerabat keduanya. Sebenarnya pasien kasus 01 dan 03 telah pulang terlebih dahulu pada Jumat (13/3), Sementara pasien 02 baru pada Senin (16/3) dinyatakan negatif dan boleh pulang. Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali tes virus corona dengan hasil negatif. © Disediakan oleh Kumparan Pasien 1,2,3 di RSPI Sulianti Saroso Foto: Dok. HUmas Kemenkes Mereka tampak bugar dan semringah akhirnya sembuh dari virus mematikan asal Kota Wuhan, China itu. Di hadapan Terawan dan publik, satu per satu pasien itu bercerita terkait kondisinya selama menjalani perawatan di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso. Pasien kasus 01 menceritakan kondisi psikologinya yang sempat terganggu karena identitasnya terungkap ke publik pada awal diumumkan sebagai kasus pertama virus corona di Indonesia. © Disediakan oleh Kumparan Pasien 1,2,3 di RSPI Sulianti Saroso Foto: Dok. HUmas Kemenkes Bahkan, perempuan yang bekerja sebagai pegiat seni itu selama seminggu menangis karena identitasnya dan ibunya --kasus 02--terus dibicarakan publik. "Saya selama diisolasi seminggu nangis terus, karena saya tahu yang dibicarakan media tentang saya dan ibu saya dan nyerang profesi kami sebagai pegiat seni, penari, pejuang budaya. Hidup kami berbuat untuk Indonesia dalam seni dan budaya," ungkapnya saat konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (16/3). © Disediakan oleh Kumparan "Virus ini enggak memandang bulu, ras, agama, profesi apa pun, yang bisa nular ke siapa pun," imbuhnya dengan suara bergetar. Menurutnya, masyarakat lebih baik memberi dukungan kepada pasien virus corona daripada menyebarkan hal yang tak bertanggung jawab terkait kondisi pasien. "Saya imbau masyarkat untuk mendukung pasien di rumah sakit secara moral karena penyebaran info yang enggak akurat yang dilakukan oleh berbagai pihak enggak bertanggung jawab mengganggu psikis kami di dalam," jelasnya. © Disediakan oleh Kumparan Infografis Virus Corona. Foto: Masayu Antarnusa/kumparan Diketahui perempuan itu tertular virus corona dari temannya, seorang perempuan asal Jepang yang bekerja di Malaysia. Keduanya sempat bertemu dalam sebuah acara dansa di Jakarta. Perempuan itu kemudian menulari ibunya di rumahnya di kawasan Depok, Jawa Barat. Sementara itu, pasien kasus 02 menyampaikan pesan kepada warga Depok secara khusus, agar jangan panik dalam menghadapi virus corona. "Warga Depok, please, jangan panik. Kami semuanya harus tetap bahagia, tetap senang, untuk tumbuhkan imun dalam tubuh. Ini pesan untuk semua warga Indonesia," ucapnya. "Ketika panik imun akan turun. Jangan panik kita ada gusti Allah," imbuhnya dengan semringah. © Disediakan oleh Kumparan Pasien 1,2,3 di RSPI Sulianti Saroso Foto: Dok. HUmas Kemenkes Wanita berusia 64 tahun itu menyampaikan ucapan syukurnya kepada warga perumahan tempat dia tinggal di Studio Alam Indah, Depok, yang telah mendukung selama sakit. "Sebagai warga Depok, saya ingin bersyukur sekali tinggal di perumahan saya Studio Alam Indah, di mana Pak RT (Teguh), (Bu RT) Anis Hidayah, dan semua penduduk saya, sangat kondusif dan sangat menerima kami dan mengatasi kami," tuturnya. Perumahan itu memang menjadi pusat pemberitaan setelah alamatnya diumumkan Wali Kota Depok Mohammad Idris. Namun warga menunjukkan soliditas dengan tetap tampil di media dan menunjukkan mereka sehat. Dia menyebut, pengalamannya menderita COVID-19 membuatnya merasa dekat Tuhan. "Di situ kesempatan saya waktu dengarkan breakdown dari presiden hanya ada saya dan gusti Allah bagaimana saya bisa bertaubat," pungkasnya. © Disediakan oleh Kumparan Pasien 1,2,3 di RSPI Sulianti Saroso Foto: Dok. HUmas Kemenkes Tak mau kalah, pasien kasus 03 juga mengungkapkan semangatnya dalam menghadapi virus corona. Menurutnya, virus corona merupakan jenis penyakit yang cukup diatasi dengan membatasi diri dari orang lain atau self limiting disease, hingga menjaga pola hidup sehat. "Ini self limiting disease, untuk menyembuhkan maka disiplin minum air putih yang banyak, asupan gizi, imun sistem, laksanakan personal hygiene yang tepat, cuci tangan, social distance sementara lakukan sebaiknya," kata pasien kasus 03. Dia mengungkapkan, seorang yang positif corona tapi tak ada gejala di awal justru lebih bahaya. Karena, bisa saja virus tersebut menular ke orang yang sistem imunitasnya lemah daripada orang yang menyimpan virus di dalam tubuhnya. "Karena kita bisa saja ke sehari-sehari tapi nularin ke orang-orang yang imunnya lebih lemah dari kita dan lebih parah," ungkap dia. © Disediakan oleh Kumparan Pasien 1,2,3 di RSPI Sulianti Saroso Foto: Dok. HUmas Kemenkes Atas kesembuhan ketiga pasien itu, Presiden Jokowi melalui Menkes Terawan menyerahkan 'oleh-oleh' berupa jamu kepada ketiganya. Jokowi memang selama ini kerap mengonsumsi jamu untuk menjaga stamina dan imun tubuhnya. "Saya memberikan hadiah dari Bapak Presiden. Berupa jamu, akan diberikan jamu ramuan dari Bapak Presiden supaya bisa menjaga daya tahan tubuh dan imunitasnya," kata Terawan. Terawan mengatakan, Jokowi mengimbau ketiga pasien itu untuk rutin mengonsumsi jamu agar daya tahan tubuhnya meningkat. "Supaya bisa sehat terus dan pesan Bapak Presiden apa yang sudah disiapkan ini bisa diminum biar bisa bertambah kesehatannya. Saya akan serahkan ini karena satu rumah," kata Terawan sambil memberikan jamu yang dibungkus dalam dua tumbler perak itu kepada ketiganya. Pemberian hadiah itu mendapat tepuk tangan yang hadir saat konferensi pers. © Disediakan oleh Kumparan Migrant Care, Anis Hidayah. Foto: Ratmia Dewi/kumparan Kesembuhan pasien kasus 01, 02, dan 03 itu disambut gembira warga sekitar tempat tinggal mereka. "Alhamdulillah, badai itu akhirnya berlalu. Puji syukur yang tak terkira, akhirnya kabar baik itu menghampiri kita semua setelah 2 minggu digempur kegelisahan massal. 3 Pasien positif COVID-19 dari perumahan kami akhirnya dinyatakan negatif," kata ketua RT Anis Hidayah, dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3). © Disediakan oleh Kumparan Pasien 1,2,3 di RSPI Sulianti Saroso Foto: Dok. HUmas Kemenkes Menurut Anis, banyak pelajaran berharga yang layak dipetik tentang bagaimana mereka secara bersama-sama bisa melewati masa sulit ini selama 2 pekan. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan, doa, dan kasih sayang untuk para warganya yang menjadi pasien virus corona. "Tentu saja kami tetap prihatin dengan kondisi sekarang. Kami berharap masyarakat tidak panik tetapi juga tidak kehilangan kewaspadaan. Berfokus dengan bagaimana menjaga daya tahan tubuh dan pola hidup sehat," ungkap Anis yang selama ini dikenal sebagai aktivis HAM dan pendiri LSM Migrant Care ini. sumber; msn, berita

Pilih Thema